Artikel Yulia Enshanty, S.Pd, M. Pd :Menggambar Desa Secara Kolaboratif untuk Menyulam Ruang Lokal dalam Pembelajaran Geografi
Penulis: Yulia Enshanty, S.Pd, M.Pd.
16 Nov 2025, dalam 4 hari. Dibaca: 16 kali
Yulia Enshanty, S.Pd, M.Pd.
Oleh Yulia Enshanty, S.Pd, M.Pd.
(Guru Geografi di SMAN 1 Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi)
Pembelajaran geografi tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep keruangan secara teoritis, tetapi juga perlu mendorong siswa memahami ruang hidup di sekitarnya melalui pengalaman langsung. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah menggambar desa secara kolaboratif. Aktivitas ini memberi kesempatan kepada siswa untuk menyusun representasi ruang berbasis pengamatan dan pengetahuan lokal yang mereka miliki. Dalam konteks geografi, pemahaman tentang desa tidak dapat dilepaskan dari berbagai unsur yang menyusunnya, baik fisik maupun sosial, sebagai bagian dari sistem ruang yang saling berkaitan (Sumaatmadja, 2001).
Kegiatan menggambar desa dilakukan secara berkelompok, sehingga siswa terlibat dalam proses diskusi, pembagian tugas, serta kerja sama dalam menentukan struktur ruang yang akan digambarkan. Mereka menempatkan elemen-elemen desa yang dianggap penting berdasarkan pengalaman mereka tinggal dan berinteraksi dengan lingkungan. Pembelajaran seperti ini tidak hanya melibatkan aspek kognitif, melainkan juga aspek afektif dan sosial karena siswa belajar mengemukakan pendapat serta menghargai ide teman sekelompoknya. Sejalan dengan pandangan Aulia dan Idrus (2020), aktivitas kolaboratif dalam pembelajaran geografi mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami fenomena keruangan secara kontekstual.
Gambar 1: Siswa menggambar, berdiskusi dan mengamati hasil karya representasi desa dan kota yang dibuat secara berkelompok.
Melalui media papan tulis, siswa menggambarkan berbagai unsur desa seperti sawah, sungai, jalan, rumah penduduk, masjid, sekolah, serta fasilitas ekonomi seperti warung dan pasar. Simbol-simbol tersebut membantu siswa mengenali kembali struktur ruang desa berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Proses ini memperlihatkan bahwa ruang geografis dapat disajikan secara sederhana namun memiliki makna representatif yang kuat dalam memahami hubungan antarkomponen (Rohmah & Sarwono, 2021).
Gambar 2: Salah satu hasil karya siswa berupa gambar desa dengan memuat unsur fisik dan sosial.
Setelah gambar selesai, siswa melakukan identifikasi unsur desa yang terlihat dalam karya mereka. Unsur fisik seperti lahan pertanian, air, dan permukiman dipadukan dengan unsur sosial seperti fasilitas pendidikan, ekonomi, maupun fasilitas ibadah. Dengan demikian, siswa menyadari bahwa desa merupakan sistem ruang yang dinamis dan kompleks. Melalui kegiatan ini, siswa juga belajar mengkomunikasikan informasi spasial dengan cara yang kreatif, visual, dan mudah dipahami.
Pendekatan menggambar desa secara kolaboratif merupakan bentuk latihan berpikir spasial yang sangat penting dalam pembelajaran geografi modern. Kegiatan visualisasi spasial membantu siswa mengenali pola persebaran, keterkaitan antarfungsi ruang, dan konsep lokasi relatif secara lebih konkret (Nuryanto, 2019). Selain itu, pengalaman belajar berbasis lingkungan sekitar memberikan makna lebih mendalam dalam memahami kehidupan masyarakat desa dan perubahan ruang yang berlangsung di dalamnya. Aktivitas ini juga menumbuhkan kemampuan siswa untuk menafsirkan ruang secara kritis sehingga mereka mampu memahami faktor yang menyebabkan perbedaan karakteristik setiap wilayah.
Implementasi pembelajaran ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan metode kolaboratif yang dikaitkan dengan realitas lokal dapat menumbuhkan kesadaran ruang siswa. Mereka tidak hanya belajar memahami desa sebagai objek kajian geografi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang memiliki nilai sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis yang harus dijaga. Dengan demikian, menggambar desa bukan sekadar aktivitas seni, melainkan praktik pembelajaran spasial yang mampu menyulam pengetahuan lokal ke dalam proses pendidikan geografi secara bermakna. Pada akhirnya, siswa terdorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya dan memahami perannya sebagai bagian dari masyarakat yang berkontribusi pada keberlanjutan wilayahnya.
Daftar Referensi
Aulia, A., & Idrus, F. (2020). Pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan pemahaman spasial siswa. Jurnal Pendidikan Geografi, 5(2), 45–53.
Nuryanto, A. (2019). Latihan berpikir spasial dalam pembelajaran geografi. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 38(1), 112–124.
Rohmah, S., & Sarwono, J. (2021). Representasi ruang dalam pembelajaran geografi berbasis lingkungan lokal. Gea: Jurnal Pendidikan Geografi, 21(2), 123–132.
Sumaatmadja, N. (2001). Pengantar Pendidikan Geografi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pernah Publish di beritadisdik.com 16 November 2025
















.jpg)
